Wednesday, May 19, 2010

suatu kisah dia..

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..

Allah.. penguasa sekalian alam.. Tuhan untuk jiwa2 yang lemah, tuhan untuk mereka yang sentiasa mengharapkan keredhaan,. tuhan untuk mereka yang sibuk,. tuhan untuk mereka yang berkuasa..

Alhamdulillah..hari ini, disaat dan ketika ini, jiwa dan hatiku masih lagi islam. masih lagi tunduk dengan kebesaran penciptaNya cuma kadang-kadang ketundukkan itu teruji dan menjadikan langkah terasa lemah,. kadang-kadang merangkak mencari-cari sinar islam yang ketika dahulu hidup segar dalam diri.. iman yang senipis kulit bawang ini pun tidak mampu dipertahankan.. malu.. malu dengan diri sendiri.. malu dengan Allah.. malu dengan rasulullah.. namun..ku akur,. ujian itulah yang menguatkanku untuk terus melangkah.. satu tapak.. dua tapak.. tiga, empat dan seterusnya.. hanya kepada Allah ku serahkan jiwa ragaku..

Alhamdulillah.. hari ini, disaat dan ketika ini juga, jari-jemari ini terasa ingin menaip sesuatu untuk dikongsikan.. setelah penat menaip tesis yang tak dihantar lagi..huhu..
kesian kat pengunjung blog ni.. da bersawang-sawang tidak diupdate.. tak terjaga.. minta maaf sangat2.. :(

Hari ini, macam nak bercerita tentang seseorang., kisah yang saya kira sangat menarik.. seorang yang kacak dan tampan, anak kepada seorang pemimpin,. demi mempertahankan iman dan islam tercinta pemuda ini pernah memberi amaran kepada ibunya yang melakukan mogok lapar dengan maksud mahu memurtadkan anaknya dari agama yang lurus.

"demi Allah! wahai ibu, sekiranya ibu mempunyai seribu nyawa dan nyawa ibu itu keluar satu demi satu, saya tidak akan meninggalkan agama ini walau apapun yang terjadi"

manusia yang dijanjikan syurga,. siapakah??? dialah..

SAAD BIN ABU WAQQAS

Orang kata tak kenal maka tak cinta. jom kita berkenalan dengan saad bin Abu waqqas ni. Saad bin Abu waqqas termasuk dalam salah seorang sahabat rasulullah yang dijanjikan syurga. siapa lagi 9? search n found sendirilah yer..


Saad dilahirkan dan dibesarkan di kota Makkah. Ia dikenal sebagai pemuda yang serius dan memiliki pemikiran yang cerdas. Rupa parasnya tampan dan kacak, tidak terlalu tinggi namun bertubuh tegap dengan potongan rambut pendek. Orang-orang selalu membandingkannya dengan singa muda.

Ia berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat disayangi kedua orangtuanya, terutama ibunya. Meski berasal dari Makkah, ia sangat benci pada agamanya dan cara hidup yang dianut masyarakatnya. Ia membenci praktik penyembahan berhala yang membudaya di Makkah saat itu.

Suatu hari dalam hidupnya, dia didatangi Abu Bakar yang dikenal sebagai orang yang ramah. Ia mengajak Saad menemui Muhammad di sebuah perbukitan dekat Makkah. Pertemuan itu mengesankan Saad yang baru berusia 20 tahun (ada satu buku saya jumpa 8 tahun).

Ia pun segera menerima undangan Muhammad SAW untuk menjadi salah satu penganut ajaran Islam yang dibawanya. Saad kemudian menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam.

Saad sendiri secara tidak langsung memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah SAW. Ibunda rasul, Aminah binti Wahhab berasal dari suku yang sama dengan Saad yaitu dari Bani Zuhrah. Karana itu Saad juga sering disebut sebagai Saad of Zuhrah atau Saad dari Zuhrah, untuk membezakannya dengan Saad-Saad lainnya.

Namun keislaman Saad mendapat tentangan keras terutama dari keluarga dan anggota sukunya. Ibunya bahkan mengancam akan bunuh diri. Selama beberapa hari, ibunda Saad menolak makan dan minum sehingga kurus dan lemah. Meski dibujuk dan dibawakan makanan, namun ibunya tetap menolak dan hanya bersedia makan jika Saad kembali ke agama lamanya. Namun Saad berkata bahwa meski ia memiliki kecintaan luar biasa pada sang ibu, namun kecintaannya pada Allah SWT dan Rasulullah SAW jauh lebih besar lagi.

Mendengar kekerasan hati Saad, sang ibu akhirnya menyerah dan mahu makan kembali. Fakta ini memberikan bukti kekuatan dan keteguhan iman Saad bin Abi Waqqas. Di masa-masa awal sejarah Islam, kaum Muslim pergi ke bukit dan hutan2 jika hendak menunaikan solat. Kaum Quraisy selalu menghalangi mereka daripada beribadah.

pada suatu hari, ketika orang-orang islam sedang melaksanakan solat, sekelompok kaum Quraisy mengganggu dengan saling melemparkan tuduhan kasar. Karena kesal dan tidak tahan, Saad bin Abi Waqqas yang memukul salah satu orang Quraisy dengan tulang unta sehingga melukainya. Ini menjadi darah pertama yang tumpah akibat konflik antara umat Islam dengan orang kafir. Konflik yang kemudian semakin hebat dan menjadi batu ujian keimanan dan kesabaran umat Islam.

Setelah peristiwa itu, Rasulullah meminta para sahabat agar lebih tenang dan bersabar menghadapi orang Quraisy seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Alquran surat Al Muzammil ayat 10. Cukup lama kaum Muslim menahan diri. Baru beberapa dekad kemudian, umat Islam diperkenankan melakukan perlawanan fizik kepada para orang kafir. Di barisan pejuang Islam, nama Saad bin Abi Waqqas menjadi salah satu tonggak utamanya.

Ia terlibat dalam perang badar bersama saudaranya yang bernama Umair yang kemudian syahid bersama 13 pejuang Muslim lainnya. Pada perang Uhud, bersama Zaid, Saad terpilih menjadi salah satu pasukan pemanah terbaik Islam. Saad berjuang dengan gigih dalam mempertahankan Rasulullah SAW setelah beberapa pejuang Muslim meninggalkan posisi mereka. Saad juga menjadi sahabat dan pejuang Islam pertama yang tertembak panah dalam upaya mempertahankan Islam.

Saad juga merupakan salah satu sahabat yang dikurniakan kekayaan yang juga banyak digunakannya untuk kepentingan dakwah. Ia juga dikenal karena keberaniannya dan kedermawanan hatinya. Saad hidup hingga 80 tahun ada riwayat lain kata 72 tahun. Menjelang wafatnya, Saad meminta puteranya untuk mengafankannya dengan jubah yang ia gunakan dalam perang Badar. ''Kafankan aku dengan jubah ini karena aku ingin bertemu Allah SWT dalam pakaian ini,''ujarnya.

kelebihan Saad bin abu waqqas

Hadis Aisyah r.a katanya:
Suatu malam Rasulullah s.a.w tidak dapat tidur. Baginda s.a.w berkata: Mudah-mudahan pada malam ini terdapat seorang daripada sahabatku yang soleh sudi menjagaku. Aisyah berkata: Ketika itu kami mendengar libasan pedang. Rasulullah s.a.w berkata: Siapakah itu? Saad bin Abu Waqqas menjawab: Wahai Rasulullah! Aku datang untuk menjagamu. Aisyah berkata: Selepas itu Rasulullah s.a.w tidur dengan nyenyaknya

Hadis Ali r.a katanya:
Rasulullah s.a.w tidak pernah menyebut kedua ibu bapanya kepada seseorang kecuali kepada Saad bin Malik, ketika peperangan Uhud. Rasulullah s.a.w bersabda kepadanya: Tebusanmu ialah ayah dan ibuku

Panjang lagi sebenarnya.. larat tak larat je nak menaip.. insyaAllah.. jika diberi ruang dan peluang,. saya akan berkongsi lagi..


No comments: